05.23.09

emprit(s) is in da house!

Posted in daripada nganggur at 12:15 pm by mega

suara papah yang terdengar riweuh memancing rasa ingin tahu saat saya keluar menuju ruang makan begitu selesai dengan ritual pagi di kamar.

“Endi mah? endi? endiii?”, biasa big bossku ini tipe ga sabaran juga orangnya :P

keriweuhan itu bertambah dengan ferre & si mbak yang kesana-kemari kayak setrikaan…

ah, saya langsung tahu begitu ferre menunjuk seekor burung yang bertenger di atas railing tirai, dan… oh seekor yang lainnya, terjebak di dalam teralis jendela atas.

menurut papah burung2  itu harus diusahakan sebisa mungkin segera keluar, karena kalau terjebak nanti dikhawatirkan mati di rumah dan menyebarkan bau busuk tanpa tahu dimana sumbernya.. *papah yang lebay*

menurut saya, biarkan saja dulu, lucu! Bukan burungnya, tp keberadaannya di dalam rumah lucu ajah, jarang2 tanpa sarang berkeliaran di sini:-P  “Tunggu ya re, kakak ambil kamera dulu! :mrgreen:

hiyaaa, dan kita pun jeprat-jepret pose si emprit, begaya ala fotografer NG gitu deh, hahahaha… mengejar dan mengikuti si emprit kemana dia bertengger.

si mbak: itu emboknya mba
saya       : mosok? kok tau?
si mbak: ya taulah
saya     : loh, lha iya kok bisa ngarani yang itu si embok?!rasanya badannya gedean yg satunya..
si mbak: ya tadi datengnya berdua
saya     : kakak-adik kan juga bisa…
si mbak: telure yang jadi dikit mba, lainnya mati
saya     : hmh, yayaya *well, as i dunno anything bout this birds, hehehe… :roll:

here’s some pics,

diduga: si anak

diduga: si anak

ini yang terjebak di dalam teralis, mungkin krn dia kira bisa keluar lewat jendela yah…

diduga: si embok

diduga: si embok

ini yang terjebak di dalam teralis, mungkin krn dia kira bisa keluar lewat jendela yah…

DSC06497

ferre dan (diduga) si anak ~_~'

.

.

.

.

.

yasud ah, mo makan dulu ditemani kicauan emprit(s) :mrgreen: , in da house yo!

selamat wiken smua!

05.17.09

cak & ning suroboyo 2009, tambah sip ae dulur!

Posted in suka ria at 4:52 pm by mega

cakning hiyuk, banyak postingan yg numpuk sejak seminggu yang lalu, tapi saya lebih memilih segera menyelesaikan yang satu ini agar apa saja yang saya alami dan tangkap semalam tidak keburu menguap kesan dan pesannya ;p

semalam saya menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2009, mengambil venue di poolside Hotel Singgasana, acara berlangsung mulai pk. 18.30, well saya baru masuk ke poolside sekitar setengah delapan sih stlh sebelumnya menunggu balakurawa lainnya sekitar 1 jam di lobby. Saya datang untuk mensupport teman seangkatan saya di kampus sekaligus kakak satu generasi semasa SMA, Marisa.

kami masuk ditengah2 tarian para finalis yang diiringi dentuman Conga-nya Gloria Estefan. Sudah banyak ternyata kursi yang ditempati, sampai2 tidak semua dari kami mendapatkan tempat *arggh nyesel deh pake high heels !@#@%#$^*. Dengan htm 50.000,- seharusnya tempat memadai, blm lagi jarak antara stage dan penonton, wah susah sekali mengidentifikasi wajah peserta, kecuali dengan bantuan big screen saat mereka di-close-up untuk berdialog. Karena berlokasi di poolside gitu deh, jadi memang line antara penonton non-undangan dan undangan dipisahkan oleh pool yg lumayan lebar.

singkat cerita diumumkanlah 4 finalis yang berhak maju ke sesi selanjutnya, lalu di sesi terakhir inilah, peserta diajak berdialog yang dikemas santai model talk show. Whuah kita para komentator silet dah seneng ajah krn memang tanya-jawab menggunakan bahasa suroboyoan.

gelombang pertama terdiri 2 pasang cak & ning, dan ditanyai hubungan antara isu lingkungan hidup saat ini dengan pariwisata, khususnya di Surabaya. Dari jawaban peserta, saya menangkap mungkin materi diskusi ini tidak jauh beda dengan materi / pengetahuan yang diberikan dan digali peserta selama karantina, karena banyak jawaban berdasarkan hasil penelitian. Namun untuk mengemukakannya pun tetap dibutuhkan kemampuan menyerap informasi, mengolahnya, dan berargumentasi sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan jawaban yang enak, mengalir, serta yang terpenting mudah dicerna oleh masyarakat awam. Dari sinilah, lalu saya menjadi yakin dan mantap menjagokan teman saya Marisa, dan partnernya Danu, yakin deeeeeh!!!;D Yah ini penilaian saya untuk malam itu semata sih, tanpa mengetahui sepak terjang masing-masing finalis semasa karantina yang pastinya lebih menonjolkan bakat & potensi individu.

pemilihan juga makin cerdas ajah, pasangan MC berkali2 menegaskan bahwa ini bukan ajang pencarian model, dan kembali berkomentar bahwa wawasan, keahlian, dan kemampuan berargumentasi adalah poin yang sangat diutamakan saat memanggil satu persatu pasangan putra-putri dari masing2 daerah.

okey, selesei seriusannya, kembali pada kegilaan dulur2 pendukung yang silet&rese, hahahaha…

kubu pendukung Marisa menurut saya adalah yang paling well-prepared dan all out. Amunisi terdiri atas 2 spanduk tanggung, dan beberapa spanduk kecil bertulisakan vote for Marisa dan foto dia tentunyah. Belum ballon clapers yang duh kayaknya tasnya Firman gede isinya itu ma pompanya yah, ga ada yg ga kebagian deh pokoknya, hihihi. Konsumsi juga udah siap, jadi pas lagi acara hiburan jadi selingan, kita cangkruk mangan kacang lan ngombe banyu putih.

oiyah kita juga ga cuma nepokin Marisa, tapi juga si Danu yang Smalane, dan Ferbika adik angkatan di kampus.

puncak acara tentu saja pemberian atribut yang entah saya lupa apa saja lengkapnya. Dan atribut terakhir tentu sajah saat penyerahan tongkat itulah-apa-namanya oleh cak & ning tahun lalu kepada salah satu diantara 2 Cak dan 2 Ning.

sesuai prediksi, it goes to Marisa and Danuuuuuuu, plokplokplooook…. 2 pasang balakurawa dengan spanduk berlari memutari setengah pool, hahahaha… dan laluuu kita2 kompak nyanyi lagu kebangsaan smalane doooong! huhuhuhuh norak deh kita semalem, memang yah euforia ituh benar2 x)

selamat yaaah buat prestasinya dan semangat mengemban tugas sebagai duta wisata,
Ning Marisa Elvi Dayanti & Cak Danu Tri Kurniawan, wes tambah sip ae rek, smangat yo!
Ning Ferbika Mitamadella & Ning Annisa Rulita S., ayo rek lanjutno makaryo mumpung sek awal2 peno ndek fkg! proud of youuuuuuuuuu! ;)

…and all the way coming home we were talking suroboyan… xD

gyahahahaha, suroboyoan ternyata ga gampang loh.. ga asal kasaran ;p ;p ;p eh kalo salah koreksi dong.

ps: kmrn ketemu juga sama cak tito, cak redi lan cak odin. Kapan maneh yo cak awak dhewe mojok kampung?

05.10.09

when our body “enter the wind”

Posted in tanya kenapa? at 10:29 pm by mega

potongan dialog,

upik
: ih enak ya keol di sana..kamu jadi ada teman
upik : masa aku disini ditinggal sama poo yg tajam menyilet2
upik : pawangnya udah di sby
mega: hahahahahaha tapi yo blm ketemu
upik : sibuk ya si keol?
mega:hari ini ada festival sinema perancis tp dia janji jalan ma tetet
mega:yasud aku ma temen les, sorenya gabung ma gibor dan temen2nya its
mega: eh kok aku sering masuk angin yah akir2 ini
mega: gitu knapa ya?!
upik: tidurnya malem
mega: emang kamu masuk anginan? ngebandingin nih..
upik: gatau sih,, tapi biasanya kalo ke salon dan dipijet2, mbak nya selalu bilang ada banyak angin sebenernya
upik: ya itu katanya karena sering tidur malem
upik: kita nya aja gak ngerasa
upik: jadi lumayan deh, kalo ke salon, anginnya dikeluarin
mega: hah???? Read the rest of this entry »