05.17.09

cak & ning suroboyo 2009, tambah sip ae dulur!

Posted in suka ria at 4:52 pm by mega

cakning hiyuk, banyak postingan yg numpuk sejak seminggu yang lalu, tapi saya lebih memilih segera menyelesaikan yang satu ini agar apa saja yang saya alami dan tangkap semalam tidak keburu menguap kesan dan pesannya ;p

semalam saya menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Cak & Ning Surabaya 2009, mengambil venue di poolside Hotel Singgasana, acara berlangsung mulai pk. 18.30, well saya baru masuk ke poolside sekitar setengah delapan sih stlh sebelumnya menunggu balakurawa lainnya sekitar 1 jam di lobby. Saya datang untuk mensupport teman seangkatan saya di kampus sekaligus kakak satu generasi semasa SMA, Marisa.

kami masuk ditengah2 tarian para finalis yang diiringi dentuman Conga-nya Gloria Estefan. Sudah banyak ternyata kursi yang ditempati, sampai2 tidak semua dari kami mendapatkan tempat *arggh nyesel deh pake high heels !@#@%#$^*. Dengan htm 50.000,- seharusnya tempat memadai, blm lagi jarak antara stage dan penonton, wah susah sekali mengidentifikasi wajah peserta, kecuali dengan bantuan big screen saat mereka di-close-up untuk berdialog. Karena berlokasi di poolside gitu deh, jadi memang line antara penonton non-undangan dan undangan dipisahkan oleh pool yg lumayan lebar.

singkat cerita diumumkanlah 4 finalis yang berhak maju ke sesi selanjutnya, lalu di sesi terakhir inilah, peserta diajak berdialog yang dikemas santai model talk show. Whuah kita para komentator silet dah seneng ajah krn memang tanya-jawab menggunakan bahasa suroboyoan.

gelombang pertama terdiri 2 pasang cak & ning, dan ditanyai hubungan antara isu lingkungan hidup saat ini dengan pariwisata, khususnya di Surabaya. Dari jawaban peserta, saya menangkap mungkin materi diskusi ini tidak jauh beda dengan materi / pengetahuan yang diberikan dan digali peserta selama karantina, karena banyak jawaban berdasarkan hasil penelitian. Namun untuk mengemukakannya pun tetap dibutuhkan kemampuan menyerap informasi, mengolahnya, dan berargumentasi sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan jawaban yang enak, mengalir, serta yang terpenting mudah dicerna oleh masyarakat awam. Dari sinilah, lalu saya menjadi yakin dan mantap menjagokan teman saya Marisa, dan partnernya Danu, yakin deeeeeh!!!;D Yah ini penilaian saya untuk malam itu semata sih, tanpa mengetahui sepak terjang masing-masing finalis semasa karantina yang pastinya lebih menonjolkan bakat & potensi individu.

pemilihan juga makin cerdas ajah, pasangan MC berkali2 menegaskan bahwa ini bukan ajang pencarian model, dan kembali berkomentar bahwa wawasan, keahlian, dan kemampuan berargumentasi adalah poin yang sangat diutamakan saat memanggil satu persatu pasangan putra-putri dari masing2 daerah.

okey, selesei seriusannya, kembali pada kegilaan dulur2 pendukung yang silet&rese, hahahaha…

kubu pendukung Marisa menurut saya adalah yang paling well-prepared dan all out. Amunisi terdiri atas 2 spanduk tanggung, dan beberapa spanduk kecil bertulisakan vote for Marisa dan foto dia tentunyah. Belum ballon clapers yang duh kayaknya tasnya Firman gede isinya itu ma pompanya yah, ga ada yg ga kebagian deh pokoknya, hihihi. Konsumsi juga udah siap, jadi pas lagi acara hiburan jadi selingan, kita cangkruk mangan kacang lan ngombe banyu putih.

oiyah kita juga ga cuma nepokin Marisa, tapi juga si Danu yang Smalane, dan Ferbika adik angkatan di kampus.

puncak acara tentu saja pemberian atribut yang entah saya lupa apa saja lengkapnya. Dan atribut terakhir tentu sajah saat penyerahan tongkat itulah-apa-namanya oleh cak & ning tahun lalu kepada salah satu diantara 2 Cak dan 2 Ning.

sesuai prediksi, it goes to Marisa and Danuuuuuuu, plokplokplooook…. 2 pasang balakurawa dengan spanduk berlari memutari setengah pool, hahahaha… dan laluuu kita2 kompak nyanyi lagu kebangsaan smalane doooong! huhuhuhuh norak deh kita semalem, memang yah euforia ituh benar2 x)

selamat yaaah buat prestasinya dan semangat mengemban tugas sebagai duta wisata,
Ning Marisa Elvi Dayanti & Cak Danu Tri Kurniawan, wes tambah sip ae rek, smangat yo!
Ning Ferbika Mitamadella & Ning Annisa Rulita S., ayo rek lanjutno makaryo mumpung sek awal2 peno ndek fkg! proud of youuuuuuuuuu! ;)

…and all the way coming home we were talking suroboyan… xD

gyahahahaha, suroboyoan ternyata ga gampang loh.. ga asal kasaran ;p ;p ;p eh kalo salah koreksi dong.

ps: kmrn ketemu juga sama cak tito, cak redi lan cak odin. Kapan maneh yo cak awak dhewe mojok kampung?

5 Comments »

  1. ah mosok ngomong suroboyoan angel seh?
    btw, kangen nonto’ jtv aku rek, pengen ndelok dubbing-an film barat e :) )
    ndek kene g ono stasiun daerah sing se-’kreatif’ iku =_=”

    angel loh cak raiyen, opo maneh aku sing biasa alusan cak… *bo’ong banget*
    wah iya, dulu aku sebel deh sama film asing didubbing suroboyoan, tp lama2 kerasa klo bisa jadi slh satu cara melestarikan suroboyan yang unik dan ajaib inih, hahaha

  2. hahaha…
    “ayo rek lanjutno makaryo mumpung sek awal2 peno ndek fkg!” –> iki prestasi nyusun kata suroboyoan terbesarku,Ning!! (mbuh bener tha salah)
    wekekekeke

    ga kepengen nyusul Marisa tha,Ning??
    lak wes syiiip, tha “mojok kampunge” ambe awak2 iki…?!
    haha…

    lha yak opo, arepe melok seh tapi kok iki ae jek takon karo awakmu ning ratri,,
    yo mengko aku tak nyusul, duduk cak&ning SURABAYA lho yo, tapekno cak&ning SUROBOYO!

  3. pradyptah said,

    hwaaaa..
    smalane ancen mantab jaya..:D

    :)
    taun depan melok’o cak! lanjutkan! hahaha,,

  4. Ning Monique said,

    Bravo Cak Ning Suroboyo…
    Ojo lali rek, sing jenenge cak barek ning suroboyo, yo kudu fasih nggawe bahasa suroboyoan…..ojo isisn…..
    Bahasa Suroboyo iku duduk kasar, tapi teges karo lugas, mergane pas barek karakter wong suroboyo, iku gak seneng mendhem njero, tapi seplas ceplos opo ono’e….ojok sampe peno ngeroso nek bahasa suroboyo iku ndeso, kampungan yoooo……nek sampe peno ngeroso ngono, berarti peno kabeh durung pantes dadi cak barek ning suroboyo….
    Sing jenenge cak barek ning suroboyo iku, berarti wong ASLI suroboyo……ngerti sejarah, kebiasaan, unggah ungguh khas arek suroboyo….
    Viva Arek Suroboyo

  5. bukan surabaya ASLI said,

    wah menarik sekali perbincangan tentang cak ning ini..
    aku tertarik dg ulasan ning monique, masalah surabaya ASLI..
    di sini makna asli sendiri sangat ambigu untukku, mengingat kota Surabaya(baca:daerah Surabaya) terbentuk bukan merupakan daerah seperti pedalaman di Jawa yang memang terbentuk komunitas-komunitas jauh sebelum kerajaan-kerajaan baik hindu budha maupun islam lahir yaitu yg dinamakan wanua. surabaya sendiri merupakan daerah pesisir yang jelas saja terbentuk oleh komunitas-2 pendatang, otomatis berasal dari luar daerah ini khan.
    lalu seiring perkembangan kota surabaya modern, kota surabaya sendiri pun banyak dipimpin oleh bukan orang surabaya seperti pernah tercatat walikotanya adalah orang batak. begitupun saat ini sampai nanti 2010 walikota surabaya adalah orang pacitan rek.
    permasalahan asli atau tidak, bukanlah hal yang substantif untuk mereka yang peduli dan memiliki motivasi untuk membangun surabaya atau suatu daerah. memang diperlukan syarat-2 tertentu untuk menjadi seorang representatif suatu daerah, namun masalah keaslian ini sendiri menurutku pastinya akan menjebak kita pada primordialisme yang malah tidak sesuai dengan idealitas pancasila yang notabene merupakan sumber dari segala sumber hukum di indonesia. atau jgn2 larangan adanya warga yg bukan ASLI surabaya utk mengikuti pemilihan apapun baik seperti cakning ini maupun walikota adalah semacam bentuk kemandulan warga ASLI surabaya sendiri untuk berkompetisi dg lainnya??? semoga tidak demikian
    matur nuwun


Leave a Comment